Smart netter, melihat pola sosial masyarakat kita disekitar lingkungan daerah, adalah merupakan tempat untuk kita meng-explorasi lebih jauh peradaban sosial kita. Entah itu seberapa maju, seberapa mundur yang jelas bahwa sehari-hari begitu banyak ragam peradaban di negri ini. Jelas sekali arti kemanusiaan yang adil dan beradab bagi kita semua, ini hal yang layak untuk disyukuri dan dimengerti.
Begitu banyak sekali makna yang terkandung yang bisa kita ambil sebagai pelajaran di dalam interaksi sosial kita, dalam bingkai tradisi. Negri ini adalah negri yang kaya akan peradaban sosial. Alangkah baiknya jika kita ikut melestarikan tradisi dan bukan sekedar menjalankannya. Akan lebih baik lagi jika kita memahami setiap tradisi yang kita kenali dan laksanakan itu. Kesannya akan jauh berbeda jika kita memahami suatu tatanan sosial dan menjalankannya katimbang cuma sekedar latah dalam menjalaninya. Tradisi jika kita tidak mencermati dengan akal, bisa berakibat fatal juga, karna tradisi nyaris bersentuhan dengan kepercayaan. Jika tida pandai dalam memisahkannya terjerumus dalam jurang syirik adalah resikonya.
Dikampung saya, ada tradisi yang disebut ‘naik rumah baru’. Tradisi ini berlaku bagi orang yang telah memiliki rumah baru dan akan menempatinya. Terang saja saya berminat mengamati ini, lantaran saya adalah masyarakat yang beradab yang gemar mengamati dan mempelajari sosial masyarakat di sekitar saya begitulah rasa semangat yang ada di dalam pikiran saya.
Tetangga saya mengadakan tradisi itu, tampak dari luar kesibukan melanda keluarga ini rombongan keluarganya tampak berduyun-duyun datang membantu. Tetangga saya ini bukanlah pejabat negara ataupun pengusaha besar ataupun lagi tokoh politik yang mana dengan sangat mudah untuk mendatangkan keluarganya. Tetangga saya ini hanya buruh tani saja akan tetapi jika diamati lebih jauh ia memiliki hubungan yang sungguh layak ditiru yaitu memiliki semangat persatuan keluarga yang solid. melihat hal ini, kesimpulan saya adalah bahwa tiap orang memiliki kerabat, jangan meremehkan tiap orang, ini merupakan aset besar jika kita melihatnya dalam bingkai politik begitu imbuh pikiran awam saya. Mungkin jika tiap warga indonesia memahami betul arti pancasila, tanpa ragu saya yakin kedamaian dalam berdemokrasi akan tumbuh dan berkembang. Tak ada lagi segelintir orang yang main sweping seenaknya, main pukul bahkan main hina. Tetapi realita berkata lain, masih banyak orang bahkan kelompok masyarakat yang tidak mengerti pancasila. Inilah alasan kenapa begitu gampang terjadi keributan di negri yang sangat kucintai ini. Andai Tuhan memberi hidayah pada bangsa ini, Bangsa ini akan tentram dan damai. Biarlah harapan ini tetap menjadi harapan katimbang tidak mengharap sama sekali.
saya Yamani hanya untuk id.wordpress.com
Juni 23, 2008 pukul 10:00 am
Wa’alaikum’mussalam. Terima kasih atas tanggapannya pa. Saat ini saya sudah mengumpulkan 6.000 kata bugis